Atalanta terus menunjukkan komitmennya untuk mempertahankan gelandang andalan asal Brasil, Éderson. Klub yang berbasis di Bergamo ini menegaskan tidak akan melepas sang pemain, meskipun banyak klub besar yang mulai menaruh minat padanya, termasuk Manchester United dan Al‑Hilal dari Arab Saudi.
⚽ Latar Belakang Transfer Éderson
Éderson telah menjadi sosok penting bagi Atalanta sejak bergabung pada Juli 2022 dari Salernitana. Ia berkembang pesat dan menjadi tulang punggung permainan tim Gian Piero Gasperini. Musim 2023‑24 dan 2024‑25 pun menjadi puncak karirnya di Italia, dengan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan klub menjuarai Liga Europa dan meraih posisi tinggi di Serie A serta lolos ke Liga Champions.
Minat Besar dari Manchester United
Manchester United sudah melakukan pendekatan intens terhadap Éderson. Setan Merah bahkan telah menjalin kontak awal dengan agen sang pemain setelah kepergian Christian Eriksen, melihat sosok Éderson sebagai jawaban atas kebutuhan lini tengah yang lemah musim lalu.
Menurut laporan dari GOAL dan FourFourTwo, United membuka negosiasi, dengan kabar harga sekitar €50–60 juta. Namun, Atalanta disebut hanya mau melepas Éderson jika tawaran mendekati €60 juta—nilai yang dinilai terlalu tinggi bagi klub Italia saat ini.
Sikap Tegas Atalanta
Atalanta dengan tegas menolak segala tawaran untuk Éderson. Klub telah memperbarui jalinan komunikasi dan menyatakan bahwa kontrak Éderson masih berlaku hingga Juni 2027 ➝ artinya mereka aman secara administratif untuk menahannya. Dalam banyak pernyataan, La Dea menegaskan niat mereka untuk membangun skuad dengan Éderson sebagai salah satu fondasi utama.
Mengapa Atalanta Enggan Melepas Éderson?
-
Nilai Strategis: Éderson adalah profil gelandang bertahan modern—kuat secara fisik, agresif dalam transisi, namun juga mumpuni dalam distribusi bola. Statistik mencatat rata‑rata lima recoveries per laga serta sekitar 54% duel berhasil dimenangkan. Ia juga menyumbang beberapa gol dan assists musim ini.
-
Keberlanjutan Tim: Kedatangan Éderson pada saat Atalanta membangun kembali daya saingnya di Liga Europa dan Serie A menjadikannya bagian integral dari proyek jangka panjang klub.
-
Pengaruh Finansial: Meskipun bisa mendapatkan untung dari penjualan, Atalanta merasa aset seperti Éderson terlalu penting untuk dilepas saat ini – terutama mengingat adaptasinya yang sukses dan stabilitas tim yang tengah mereka capai.
Kesimpulan
Atalanta menunjukkan sikap defensif yang kuat untuk mempertahankan Éderson. Sejauh ini, mereka menolak semua pendekatan dari Manchester United maupun klub lain, dan lebih memilih memperkuat komitmen internal—baik melalui kontrak hingga tahun 2027 maupun peran sentral pemain dalam rencana ke depannya. United boleh jadi tertarik besar, tetapi sampai sekarang belum ada tawaran yang mampu meluluhkan keputusan La Dea.
Baca Juga: Pemerintah RI Buka Suara soal Perang Thailand-Kamboja, Bilang Begini